rss

Jumat, Oktober 01, 2010

Metode Pembelajaran Matematika

BAB I
PENDAHULUAN

I.1   Latar Belakang
Salah satu masalah dalam pembelajaran matematika yang sering dikeluhkan oleh para guru dan masyarakat adalah rendahnya hasil belajar siswa. Secara teoritis, hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik fakor dari dalam maupun faktor dari luar.
Menurut Suryabrata (1982:27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan faktor psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif), sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru, kurikulum dan model pembelajaran). Benyamin Bloom (1982:11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu kemampuan kognitif, motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan belajar mengajar yang dilakukan terkait dengan model pembelajaran yang digunakan.
Studi Uhar Suharsaputra (2004) menyimpulkan banyak guru yang menguasai materi suatu subyek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Hal itu terjadi menurut Uhar, karena kegiatan belajar mengajar tidak didasarkan pada suatu model pembelajaran tertentu sehingga mengakibatkan hasil belajar siswa menjadi rendah. Diduga kuat, rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika juga terkait erat dengan persoalan metode ataupun model pembelajaran.
Pembelajaran matematika sekolah adalah pembelajaran yang mengacu pada ketiga fungsi mata pelajaran matematika, yaitu sebagai alat, pola pikir, dan ilmu atau pengetahuan. Dua hal penting yang merupakan bagian dari tujuan pembelajaran matematika di SMA menurut Suherman (2001: 60) adalah pembentukan sifat dengan berpikir kritis dan kreatif. Dengan berlandaskan kepada prinsip pembelajaran matematika yang tidak sekedar learning to know, melainkan juga harus meliputi learning to do, learning to be, hingga learning to live together, maka pembelajaran matematika harus bersandarkan pada pemikiran bahwa peserta didik harus belajar dan semestinya dilakukan secara komperhensif dan terpadu.

I.2  Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud dengan metode ceramah?
  2. Apa yang dimaksud dengan metode ekspositori?
  3. Apa yang dimaksud dengan metode demonstrasi?
  4. Apa yang dimaksud dengan metode drill dan metode latihan?

1.3  Tujuan
  1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan metode ceramah serta kelemahan dan kelebihannya.
  2. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan metode ekspositori.
  3. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan metode demostrasi.
  4. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan metode drill dan metode latihan.






BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaran secara lisan. Metode ini banyak dipilih guru karena mudah dilaksanakan dan tidak membutuhkan alat bantu khusus serta tidak perlu merancang kegiatan siswa. Dalam pengajaran yang menggunakan metode ceramah terdapat unsur paksaan. Dalam hal ini siswa hanya diharuskan melihat dan mendengar serta mencatat tanpa komentar informasi penting dari guru yang selalu dianggap benar itu. Padahal dalam diri siswa terdapat mekanisme psikologis yang memungkinkannya untuk menolak disamping menerima informasi dari guru. Inilah yang disebut kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan diri.
Gambaran pengajaran matematika dengan metode ceramah yaitu apabila seorang guru mendominasi kegiatan belajar mengajar. Semuan definisi dan rumus diberikannya. Penurunan rumus atau pembuktian dalil dilakukan sendiri oleh guru. Para pendukung dan pengkritik metode ceramah, antara lain mengemukakan pendapatnya sebagai berikut.
Kekuatannya:
a.       Dapat menampung kelas besar.
b.      Konsep yang disajikan secara hirarki.
c.       Guru dapat memberi tekanan terhadap hal-hal yang penting.
d.      Isi silabus dapat diselesaikan dengan mudah.
e.       Kekurangan atau tidak adanya buku pelajaran dan alat bantu pelajaran, tidak menghambat dilaksankannya pelajaran dengan ceramah.

Kelemahannya:
a.       Pelajaran berjalan membosankan murid-murid menjadi pasif.
b.      Kemungkinan murid tidak mampu menguasai bahan yang diajarkan.
c.       Pengetahuan yang diperoleh melalui metode ceramah lebih cepat lupa.
d.      Belajar murid menjadi “belajar menghafal” yang tidak menimbulkan pengertian.
Matematika merupakan ilmu yang memerlukan prasyarat untuk dapat dimengerti. Karena itu, kalau akan menggunakan metode ceramah untuk mengajarkan matematika, perlu diperhatikan hal-hal berikut:
a.       Metode ceramah perlu dipakai, jika:
·         Bertujuan untuk memberikan informasi
·         Materi yang disajikan belum ada dalam sumber-sumber lain
·         Materi telah disesuaikan dengan kemampuan kelompok penerima
·         Materinya menarik atau dibuat menarik
·         Setelah ceramah selesai, diberkan alternatif lain agar materi tetap diingat.
b.      Metode ceramah tidak dipakai, bila:
·         Tujuan instruksionalnya bukan hanya memberikan informasi.
·         Diperlukan ingatan yang tahan lama
·         Diperlukan partisipasi aktif dari murid untuk mencapai tujuan instruksional
·         Kemampuan kelas rendah.


II.2 Metode Ekspositori
Metode ekspositori adalah metode pembelajaran yang digunakan dengan memberikan keterangan terlebih dahulu definisi, prinsip dan konsep materi pelajaran serta memberikan contoh-contoh latihan pemecahan masalah dalam bentuk ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan penugasan. Siswa mengikuti pola yang ditetapkan oleh guru secara cermat. Penggunaan metode ekspositori merupakan metode pembelajaran mengarah kepada tersampaikannya isi pelajaran kepada siswa secara langsung

Penggunaan metode ini siswa tidak perlu mencari dan menemukan sendiri fakta-fakta, konsep dan prinsip karena telah disajikan secara jelas oleh guru. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode ekspositori cenderung berpusat kepada guru. Guru aktif memberikan penjelasan atau informasi pembelajaran secara terperinci tentang materi pembelajaran. Metode ekspositori sering dianalogikan dengan metode ceramah, karena sifatnya sama-sama memberikan informasi.

Somantri (2001 : 45) membedakan metode ekspositori dan metode ceramah. Dominasi guru dalam metode ekspositori banyak dikurangi. Guru tidak terus bicara, informasi diberikan pada saat-saat atau bagian-bagian yang diperlukan, seperti di awal pemebelajaran, menjelaskan konsep-konsep dan prinsip baru, pada saat memberikan contoh kasus di lapangan dan sebaginya. Metode ekspositori adalah suatu cara menyampaikan gagasan atau ide  dalam memberikan informasi dengan lisan atau tulisan.
Menurut Herman Hudoyo(1998 : 133)  metode ekspositori dapat meliputi gabungan metode ceramah, metode drill, metode tanya jawab, metode penemuan dan metode peragaan. Pentatito Gunawibowo (1998 : 6.7) dalam pembelajaran menggunakan metode ekspositori, pusat kegiatan masih terletak pada guru. Dibanding metode ceramah, dalam metode ini dominasi guru sudah banyak berkurang. Tetapi jika dibanding dengan metode demonstrasi, metode ini masih nampak lebih banyak.
Pendapat David P. Ausebul dalam Pentatito Gunowibowo (1998:6.7) menyebutkan bahwa metode ekspositori merupakan cara mengajar yang paling efektif dan efisien dalam menanamkan belajar bermakna. Selanjutnya Dimyati dan Mudjiono (1999:172) mengatakan metode ekspositori adalah memindahkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kepada siswa. Peranan guru yang penting adalah 1) menyusun program pembelajaran, 2) memberi informasi yang benar, 3) pemberi fasilitas yang baik, 4) pembimbing siswa dalam perolehan informasi yang benar, dan 5) penilai prolehan informasi. Sedangkan peranan siswa adalah 1) pencari informasi yang benar, 2) pemakai media dan sumber yang benar, 3) menyelesaikan tugas dengan penilaian guru.
Dari beberapa pendapat di atas, bahwa metode ekspositori ini adalah metode  yang mengkombinasikan metode ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas. Pemberian tugas diberikan guru berupa soal-soal (pekerjaan rumah) yang dikerjakan secara individual atau kelompok. Adapun hasil belajar yang dievaluasi adalah luas dan jumlah pengetahuan, keterampilan, dan nilai yang dikuasai siswa. Pada umumnya alat evaluasi hasil belajar yang digunakan adalah tes yang telah dibakukan atau tes buatan guru.
II.3 Metode Demonstrasi
Metode Demonstrasi menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001: 133) diartikan sebagai cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang memahami atau ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan.
Pada metode demonstrasi guru memperlihatkan suatu proses atau kejadian kepada murid atau memperlihatkan cara kerja suatu alat kepada siswa. Dalam pembelajaran Matematika, metode demonstrasi banyak dipergunakan untuk mengembangkan suatu pengertian, mengemukakan masalah, penggunaan prinsip, pengujian kebenran secara teoritis dan memperkuat suatu pengertian (Soekarno, dkk. 1981: 43).

Adapun tujuan penggunaan metode demonstrasi menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001: 133) yaitu:
a.    Mengajarkan suatu proses atau prosedur yang harus dimiliki peserta didik atau dikuasai peserta didik
b.    Mengkongkritkan informasi atau penjelasan kepada peserta didik
c.    Mengembangkan kemampuan pengamatan pandangan dan penglihatan para peserta didik secara bersama-sama.


Berdasarkan pernyataan di atas, tujuan digunakannya metode demonstrasi dalam suatu pembelajaran adalah:
a.    Mengajarkan proses atau prosedur,
b.    Mengkongkritkan informasi, dan
c.    Pengembangan kemampuan melihat melalui pengamatan.


Beberapa hal yang harus diperhatikan guru sebelum dan pada waktu mengadakan demonstrai menurut Soekarno, dkk. (1981: 44-46) adalah:
a.       Demonstrasi itu harus dicoba terlebih dahulu sebelum dilakukan di depan kelas.
b.      Tujuan demonstrasi ditentukan terlebih dahulu oleh guru.
c.       Usahakan agar demonstrasi dapat dilihat oleh peserta didik.
d.      Alat-alat yang digunakan sebaiknya sederhana.
e.       Demonstrasi dilaksanakan berdasarkan tujuan yang telah ditentukan.

Dan langkah-langkah pembelajaran dengan metode demonstrasi menurut Fat Hurrahman (2008) adalah:
a.    Perencanaan: berupa perumusan tujuan, langkah-langkah pembelajaran, waktu pelaksanaan, dan menetapkan rencana penilaian;
b.    Pelaksaannya: memeriksa kembali perencanaan, melakukan demonstrasi yang menarik perhatian siswa, mengingat pokok materi yang sedang di demonstrasikan, memperhatikan keadaan siswa, memeberi kesempatan siswa untuk aktif, dan menghindari ketegangan.


II.4 Metode Drill dan Metode Latihan
Banyak alat yang dapat membantu orang untuk dapat berhitung cepat dan cermat. Tetapi berhitung cepat dan cermat tanpa alat disekolah tetap diperlukan. Karena itu dalam kegiatan belajar dibicarakan pula metode drill dan metode latihan. Dalam banyak hal kata “drill” dan “latihan” merupakan sinonim. Namun di sini kedua kata itu akan dibedakan artinya.
Sesudah murid memahami penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan bulat positif, akhirnya mereka dituntut untuk dapat mengerjakannya dengan cepat dan cermat. Kemampuan mengingat fakta-fakta dasar berhitung ini tergantung pada ingatan. Cepat mengingat, kemampuan mengingat kembali dan kegiatan-kegiatan lain yang bersifat  lisan merupakan hal-hal yang perlu untuk “hafal”. Kemampuan-kemampuan demikian merupakan tujuan dari metode drill.
Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar , dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan sebagainya.

Kelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut :
a.       Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.
b.      Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan sebagainya.
c.       Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.

Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut :
a.       Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian.
b.      Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
c.       Kadang-kadang latihan tyang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.
d.      Dapat menimbulkan verbalisme







BAB III
PENUTUP

III.1 Kesimpulan
       Metode ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaran secara lisan.
Kekuatannya:
a.       Dapat menampung kelas besar.
b.      Konsep yang disajikan secara hirarki.
c.       Guru dapat memberi tekanan terhadap hal-hal yang penting.
d.      Isi silabus dapat diselesaikan dengan mudah.
e.       Kekurangan atau tidak adanya buku pelajaran dan alat bantu pelajaran, tidak menghambat dilaksankannya pelajaran dengan ceramah.

Kelemahannya:
a.       Pelajaran berjalan membosankan murid-murid menjadi pasif.
b.      Kemungkinan murid tidak mampu menguasai bahan yang diajarkan.
c.       Pengetahuan yang diperoleh melalui metode ceramah lebih cepat lupa.
d.      Belajar murid menjadi “belajar menghafal” yang tidak menimbulkan pengertin.

Metode ekspositori adalah metode pembelajaran yang digunakan dengan memberikan keterangan terlebih dahulu definisi, prinsip dan konsep materi pelajaran serta memberikan contoh-contoh latihan pemecahan masalah dalam bentuk ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan penugasan.
Metode Demonstrasi menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001: 133) diartikan sebagai cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang memahami atau ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan.


Adapun tujuan penggunaan metode demonstrasi menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001: 133) yaitu:
a.       Mengajarkan suatu proses atau prosedur yang harus dimiliki peserta didik atau dikuasai peserta didik
b.      Mengkongkritkan informasi atau penjelasan kepada peserta didik
c.       Mengembangkan kemampuan pengamatan pandangan dan penglihatan para peserta didik secara bersama-sama.

Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar , dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan sebagainya.
Kelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut :
a.       Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.
b.      Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan sebagainya.
c.       Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut :
a.       Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian.
b.      Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
c.       Kadang-kadang latihan tyang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.
d.      Dapat menimbulkan verbalisme


III.2 Saran
Dalam metodik khusus pembelajaran matematika terdapat beberapa metodik diantaranya metode ceramah, metode ekspositori, metode demonstrasi, metode drill dan metode latihan, dan masih ada beberapa metode lain yang tidak kami bahas. Dari semua metode ini masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, kita dalam memilih metode pembelajaran diusahakan sesuai dengan materi yang akan kita berikan kepada siswa agar mereka lebih mudah dalam memahami materi dan menerima materi yang kita sampaikan.
 

Komentar :

ada 0 Celotehan ke “Metode Pembelajaran Matematika”

Poskan Komentar

Kritik dan saran sobat sangat erc harapkan demi penyempurnaan blog ini. Selamat menikmatinya dan silahkan BERKOMENTAR SOBAT.

Google+ Followers

Look At This “MANTAB” !!!

Banner Sponsor

Komentar Sahabat

Posting Favorit

Artikel Ini Sudah Dibaca?

Tukeran Link Yuk

Eric Base Blog
Copy kode di atas masukan di blog sobat, lalu sobat konfirmasilah di "Buku Tamu Blog", dan saya akan segera Link kembali. Sipp..:)
 

Folow Me

Share it

Info Blog